Steam ID : littlehox

Selasa, 14 Juni 2016

PENGGUNAAN FASILITAS WIFI UNIVERSITAS GUNADARMA KAMPUS J

MAKALAH LAPORAN PENGAMATAN
PENGGUNAAN FASILITAS WIFI UNIVERSITAS GUNADARMA KAMPUS J



Ketua        : Agil Ridho Prasetyo        10113321
Anggota    : Jessy Imanuel            14113638
Muhammad Alvin Setiadi    15113831
Muharram Adi Prabowo        16113196
Rafif Baihaqi            17113128
Syam’un Al Ghozie        18113742
Kelas         : 3KA34

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2016




KATA PENGANTAR

Segala puji serta syukur yang dalam kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya laporan ini dapat kami selesaikan. Laporan ini membahas mengenai pengamatan penggunaan fasilitas wifi kampus.
Laporan ini dibuat untuk mengetahui seberapa efektifnya fasilitas wifi yang disediakan oleh kampus dalam menunjang kegiatan perkuliahaan.
Kami menyadari bahwa, laporan ini masih jauh dari sempurna, karena itu kritik, saran dan masukan sangat kami harapkan untuk perbaikan pada penulisan selanjutnya.

Pada akhirnya kami berharap semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembaca.




Bekasi,  6 Juni 2016

Penyusun






BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang
Wifi merupakan sebuah teknologi yang memanfaatkan peralatan elektronik untuk bertukar data secara nirkabel (menggunakan gelombang radio) melalui sebuah jaringan komputer, termasuk koneksi internet berkecepatan tinggi. Saat ini wifi dapat dikatakan sebagai suatu kebutuhan untuk sebagian orang, karena dengan wifi, pengguna dapat memperoleh informasi, menyelesaikan pekerjaan, berkomunikasi atau pun melakukan transaksi jual beli.
Fasilitas wifi dapat dinikmati oleh banyak orang, hampir disetiap ruang publik terdapat sinyal wifi, seperti di halte bus, alun-alun kota, restoran, area perkantoran dan gedung universitas, fasilitas wifi tersebut dapat digunakan secara gratis, namun ada juga yang harus membayar terlebih dahulu atau dengan syarat tertentu sebelum menggunakannya.

1.2    Tujuan
Untuk mengetahui manfaat dari fasilitas wifi yang diberikan oleh kampus, apakah wifi tersebut digunakan untuk menunjang kegiatan perkuliahaan seperti mencari referensi tugas atau untuk keperluan pribadi seperti mengunduh film atau music dan melakukan jual beli.








BAB II
ISI LAPORAN

2.1    Lokasi Pengamatan
Dalam penulisan pengamatan ini, penulis melakukan pengamatan pada mahasiswa Universitas Gunadarma yang berada di Kampus J1 Gunadarma (Kalimalang), Kampus J2 Gunadarma (Kalimalang), Kampus J3 Gunadarma (Kalimas), Kampus J4 Gunadarma (Kemang Pratama) dan Kampus J5 Gunadarma (Cakung). Pengamatan ini dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2016 sampai 10 Juni 2016

2.2    Sampel
Sampel adalah himpunan bagian dari populasi yang diharapkan dapat mewakili populasi pengamatan. Sampel dalam pengamatan ini adalah sebagian dari mahasiswa Universitas Gunadarma yang berada di Bekasi.
Teknik pengambilan sampel dalam pengamatan ini adalah Sampling Acak dimana pengambilan sampel secara acak dari mahasiswa Universitas Gunadarma.

2.3    Hasil Pengamatan
Dari 10 orang yang ditanya secara acak, 70% diantara pengguna Wifi di Universitas Gunadarma menggunakan WiFi untuk mengunduh (download) media atau data pribadi mereka. Seperti contoh, mengunduh film bajakan, mengunduh game bajakan dan lain lain. 20% diantaranya menggunakan fasilitas WiFi dikampus untuk streaming video, membuka sosial media dan bermain game online. Dan sisa 10%nya menggunakan fasilitas tersebut untuk mengakses situs-situs referensi tugas perkuliahan. Bahkan beberapa mahasiswa mengetahui spot tertentu dimana spot tersebut memiliki kecepatan internet yang sangat mumpuni.

BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Eksistensi dari Wi-Fi tentu memiliki kelemahan dan keunggulan dalam setiap penggunaannya. Disatu sisi, berbagai kemudahan bisa didapat saat menggunakan fasilitas tersebut seperti mencari informasi yang mendidik untuk para penggunanya. Disisi lain fasilitas tersebut juga dapa digunakan di luar jalur pendidikan seperti, pencurian identitas, peretasan dokumen dan melihat gambar atau cerita yang mengandung unsur pornografi, yang dapat merusak mental psikis mahasiswa, sehingga kurang bahkan tidak dapat fokus pada kuliah yang sedang dijalaninya

3.2    Saran
Gunakanlah fasilitas yang sudah diberikan oleh pihak kampus khususnya wifi secara bijaksana, utamakan penggunaanya untuk menyelesaikan tugas kuliah. Lalu jika akan melakukan log in pada suatu website, pastikan website tersebut aman, karena melalui jaringan wifi, ada kemungkinan untuk terjadinya peretasan data.


FOTO PENGAMATAN





Senin, 25 April 2016

Review Jurnal : PEMBUATAN APLIKASI PENCARIAN HALTE TRANSJAKARTA TERDEKAT BERBASIS ANDROID

Link Jurnal :https://www.dropbox.com/sm/share_link/JURNAL_ILMIAH_UNIVERSITAS_GUNADARMA.pdf

PEMBUATAN APLIKASI PENCARIAN HALTE TRANSJAKARTA
TERDEKAT BERBASIS ANDROID

Metode Penelitian

Metode pnelitian dalam pembuatan aplikasi Pencarian Halte Transjakarta
Terdekat ini dengan :

  •  Perencanaan Dan Pengumpulan Data
Yaitu menyiapkan perangkat keras dan perangkat lunak yang akan
digunakan.


  •  Analisa Masalah
Dengan meningkatnya pengguna jasa transportasi Transjakarta
karena jasa transportasi Transjakarta dapat menghindari kemacetan
namun tidak semua masyarakat mengetahui letak dari posisi halte
Transjakarta yang terdekat dari posisinya berada.

  •  Perancangan Aplikasi
Merancang aplikasi Pencarian Halte Transjakarta Terdekat yang
memudahkan pengguna dalam memahami semua menu yang
terdapat pada aplikasi sehingga aplikasi dapat digunakan dengan
mudah.

  •  Pembuatan Aplikasi
Pada tahap ini penulis akan membahas langkah pembuatan aplikasi
Pencarian Halte Transjakarta Terdekat.

  • Implementasi Pada Simulator
Pada tahap ini aplikasi akan di uji coba dengan menggunakan
simulator untuk melihat apakah aplikasi yang dibuat berjalan
dengan baik atau sebaliknya, sebelum aplikasi didistribusikan ke
telepon genggam Android.

  • Uji Coba Aplikasi Pada Telepon Genggam Andoid
Pada tahap ini penulis akan melakukan uji coba aplikasi pada
telepon genggam Android penulis dan melakukan uji coba terhadap
10 responden untuk menguji aplikasi yang telah dibuat ini dengan
memberikan kuesioner yang terdiri dari 10 pertanyaan.



Tujuan Penelitian

Tujuan penulisan ini adalah mengembangkan aplikasi pada mobile
handphone dengan harapan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan informasi halte transjakarta terdekat dari posisinya. Dan aplikasi ini menginformasikan jalan menuju halte transjakarta tersebut. Dengan aplikasi ini pengguna juga dapat melihat cctv dari halte tersebut, mencari rute antar halte dan peta setiap koridor.

Karangan Ilmiah Populer [Resensi Buku]





Sumber : http://arinnisya.blogspot.co.id/2015/03/resensi-koala-kumal-cinta-tahu-kemana.html

Rabu, 30 Maret 2016

Cara Crimping kabel LAN

Untuk menyambung kabel UTP ke konektor RJ-45 terdapat dua tipe penyambungan, yaitu straight dan cross, di mana keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Pengkabelan dengan cara straight digunakan untuk menyambungkan PC dengan hub/switch sedangkan pengkabelan dengan cara cross digunakan untuk menghubungkan pc ke pc langsung tanpa hub/switch atau menghubungkan hub/switch dengan hub/switch. Untuk praktek penyambungannya, paling tidak kita memerlukan : 

1. Kabel UTP
2. Konektor RJ-45
[kabel2.jpg]
3. Tang Crimping
[SC+LN224.jpg] 
4. LAN Tester (optional)
[kabel6.jpg]
Berikut urutan pengkabelannya : 
1. Tipe pengkabelan straight
Kita akan coba membuat kabel straight, pertama kupas-lah pelindung luar kabel UTP lalu atur agar lurus kabel-kabel didalamnya. Urutkan posisinya berdasarkan diagram di bawah. Potong ujung kabel dengan gunting agar rata. Masukkan kedalam konektor RJ-45 lalu di crimping dengan tang crimping. Ikuti caranya untuk ujung kedua sama dengan langkah pertama. Masukkan ujung kedua kabel kedalam LAN-tester lalu periksa, jika semua lampu 1-8 terhubung maka kabel ini sudah siap kita pakai.

Urutan Ujung A 

1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat 


Urutan Ujung B
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat
2. Tipe Pengkabelan Cross
Untuk kabel cross juga sama seperti langkah diatas, hanya bedanya harap perhatikan salah satu ujung yang berbeda. Adapun standard per-kabelan ini yang dijaminkan adalah kurang lebh 100 meter, diatas 100 meter kemungkinan akan mengalami loss.
Jika ada yang bertanya bagaimana membedakan kabel straight dan kabel cross? Sebenarnya mudah saja, perhatikan ujung dari kedua kabel tersebut lihat diagram-nya bila yang pertama adalah putih orange lalu kedua putih orange juga sudah pasti itu kabel straight, sedangkan kabel cross salah satu ujungnya dimulai dengan putih hijau.


Urutan Ujung A
1. Putih Orange
2. Orange
3. Putih Hijau
4. Biru
5. Putih Biru
6. Hijau
7. Putih Coklat
8. Coklat 


Urutan Ujung B
1. Putih Hijau
2. Hijau
3. Putih Orange
4. Biru
5. Putih biru
6. Orange
7. Putih coklat
8. Coklat

B. Teknik Crimping
1. Siapkan bahan-bahan di atas.
2. Buka lapisan kebel UTP dengan gunting atau alat pemotong lain sesuai dengan ukuran pas agar dapat masuk ke RJ-45.
3. Setelah itu buat susunan warna (tentukan cara pengkabelan cross atau straight)
4. Potong susunan kabel tersebut (ratakan) dengan gunting atau tang crimping.


5. Masukkan kabel UTP yang telah diratakan ke dalam RJ-45 dengan benar.
6. Masukkan dan jepitkan kabel UTP dan RJ45yang telah disatukan pada lubang yang terdapat pada tang crimping.
7. Untuk pengecekan sambungan, masukkan kedua ujung kabel utp yang telah terpasang RJ-45 ke dalam LAN tester lalu periksa, jika semua lampu 1-8 menyala semua  maka kabel ini sudah siap kita pakai.


 Sumber :
http://caralengkap.com/2012/10/cara-crimping-kabel-lan-straight-dan-cross.html

Rabu, 23 Maret 2016

Berpikir Deduktif



Silogisme Kategorial :
Semua Mahasiswa kelas 3KA34 adalah laki-laki
Jessy adalah Mahasiswa
Jadi, Jessy adalah laki-laki

Silogisme Hipotesis :
Jika hari ini hujan, saya akan pakai payung
Hari ini hujan
Maka saya akan pakai paying

Silogisme Alternatif :
Budi berada di Metropolitan Mall atau Grand Metropolitan
Budi tidak berada di Grand Metropolitan
Jadi, Budi berada di Metropolitan Mall

Entimem:
Jessy harus bekerja keras, karena ia ingin cepat lulus kuliah
C : Jessy
B : harus bekerja keras
A : cepat lulus kuliah

Generalisasi :
Jika dibakar botol minum akan meleleh, jika dibakar sedotan akan meleleh, dan jika  emberpun dibakar akan meleleh, jadi, jika benda plastik dibakar akan meleleh.

Analogi :
Belajar matematika butuh ketelitian apalagi ketika mempelajari beberapa bab tertentu yang butuh tingkat ketelitian yang tinggi. Sama seperti kita mencari jarum di tumpukan jerami ialah hal yang susah namun bukanlah mustahil jika dilakukan dengan penuh semangat dan konsentrasi.

Hubungan Kausal :
1. Sebab- akibat.
Contoh: Penebangan liar dihutan mengakibatkan tanah longsor.
2. Akibat – Sebab.
Contoh:Bambang juara kelas disebabkan dia rajin belajar dengan baik.
3. Akibat – Akibat.
Contoh: Joko melihat kecelakaan dijalanraya, sehingga Joko beranggapan adanya korban kecelakaan.

Selasa, 24 November 2015

Pola Kalimat

Tentukan Pola Kalimat dari kalimat-kalimat di bawah ini !


1. Rumahku menghadap ke utara = SPK
2. Gamelan merupakan ciri kesenian tradisional = SPK
3. Keputusan hakim sesuai dengan tuntutan Jaksa = SPO
4. Sayur mayur didatangkan dari Bogor = SPK
5. Lina, anak Pak hadi, tersenyum manis = SPK
6. Dona memasukkan bungkusan itu ke dalam mobil = SPOK
7. Pengusaha mengajak buruhnya menyelesaikan masalah secara damai = SPK
8. Negara kita berlandaskan hukum = SPK
9. Korea Utara mematuhi seruan PBB = SPK
10. Para petani menanami sawahnya dengan palawija dalam musim ini = SPOK
11. Mahasiswa mengirimi Jaksa Agung ayam betina = SPO
12. Mahasiswa hukum itu berdebat bagaikan pengacara = SPK

Minggu, 22 November 2015

Paragraf Deduktif

Bahasa Muna belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Buton dan bahasa-bahasa lain di Makasar. Bahasa-bahasa yang disebut terakhir ini dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam bahasa sehari-hari. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Muna agak sukar dipelajari oleh penutur asing.

Jawaban

Di Makassar, bahasa Buton dan bahasa lainnya dapat dipahami dengan mudah oleh pendatang dari daerah lain serta dapat mereka pergunakan dengan baik dalam bahasa sehari-hari. Hal ini sangat berbeda dengan bahasa Muna yang belum tentu dapat dipakai dengan baik oleh seorang turunan Inggris yang lahir di Raha (Muna) yang hidup dari kecil, dewasa, sampai tua di tempat itu. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa Muna agak sukar dipelajari oleh penutur asing.